NHK WORLD > Belajar Bahasa Jepang > Belajar Bahasa Jepang Online > Kiat Hidup di Jepang

Kiat Hidup di Jepang

Baca artikel-artikel singkat tentang budaya Jepang, termasuk bahasa, kebiasaan dan etiket. Mungkin Anda akan menemukan sesuatu yang selalu jadi pertanyaan Anda selama ini.

Pelajaran 10Sapaan di Kantor

Hubungan atau pergaulan yang lancar tanpa masalah, baik dengan atasan maupun dengan rekan sekerja, tentunya akan semakin memuluskan pekerjaan kita.

Pertama-tama, di pagi hari ucapkanlah salam "Selamat pagi" dengan bersemangat. Bahasa Jepangnya: Ohayô gozaimasu. Tidak sopan bila hanya mengucapkan Ohayô saja tanpa gozaimasu kepada rekan sekerja ataupun kepada bawahan.

Ketika ingin menghargai usaha rekan kita, maka ucapkan O-tsukare sama deshita!

Ketika akan pulang meninggalkan kantor lebih dulu daripada yang lain, ucapkanlah: O-saki ni shitsurei shimasu, artinya "Maaf, saya pulang duluan."

Ada lagi ungkapan untuk menghargai usaha orang lain, yaitu Go-kuro sama desu! atau "Terima kasih untuk pekerjaan yang baik." Tetapi ini hanya diucapkan oleh atasan kepada bawahannya. Kita tentu tidak boleh mengucapkan ungkapan tersebut kepada atasan.

Lihat pelajaran 10

Pelajaran 9Penyebutan nama di telepon

Agak sulit untuk menggunakan ungkapan santun yang tepat di telepon. Kuncinya adalah posisi harus jelas antara "Kita dengan lawan bicara kita", atau "orang dalam dan orang luar". Ketika berbicara dengan orang di kantor sendiri, kita harus menggunakan ungkapan sederhana untuk merendahkan diri sendiri. Misalnya ketika ada telepon untuk Presdir Suzuki, meskipun di dalam kantor sendiri kita memanggilnya Suzuki shacho, yang artinya "Presdir Suzuki", tetapi kepada orang luar, kita akan menanggalkan semua atribut kehormatannya, dan mengatakan: Suzuki wa gaishutsu shite imasu, artinya "Suzuki sedang keluar".

Di Jepang, nama keluarga yang sering terdengar adalah: Sato, Suzuki dan Takahashi. Tetapi masih banyak nama keluarga lainnya, sebagian juga terdengar hampir sama. Apabila tidak bisa menangkap nama keluarga seseorang, jangan segan untuk berkata; Mô ichido, o-namae o onegaishimasu, yang artinya "Tolong sebutkan nama Anda sekali lagi".

Lihat pelajaran 9

Pelajaran 8Kôban

Apabila menemukan dompet atau telepon genggam, kebanyakan orang Jepang berpandangan "harus segera melaporkannya kepada polisi". Sementara orang yang kehilangan barang pun segera melapor ke polisi tentang barang yang hilang tersebut, termasuk waktu dan hari kehilangan. Dengan demikian, apabila ada orang yang menemukan barang tersebut dan melaporkannya kepada polisi, maka pihak polisi akan dapat segera menghubungi orang yang kehilangan. Itu sebabnya Ibu Yamada mengatakan "Pokoknya, mari kita laporkan kepada polisi." dalam percakapan hari ini. Jepang mempunyai pos polisi kecil di setiap daerah, yang disebut kôban.

Sistem kôban ini dibuat lebih dari 100 tahun yang lalu untuk menjaga keamanan di Tokyo, lalu meluas ke seluruh negeri. Polisi yang bekerja di kôban disebut dengan panggilan akrab o-mawarisan. Tugas utamanya adalah berpatroli di daerahnya, termasuk segera pergi ke tempat kejadian kecelakaan atau kejahatan, dan membantu anak yang tersesat serta para pemabuk. Jadi kalau Anda suatu saat tersesat di suatu tempat, ingatlah untuk segera ke kôban untuk menanyakan arah.

Lihat pelajaran 8

Pelajaran 7Stempel pribadi

Salah satu budaya Jepang yang sering membuat orang asing terheran-heran adalah penggunaan stempel pribadi, bahasa Jepangnya hanko atau inkan. Benda ini mempunyai peranan penting dalam berbagai transaksi, misalnya ketika akan membuka rekening bank, atau ketika hendak menyewa apartemen dsb. Biasanya stempel ini terbuat dari kayu, batu atau plastik yang diukir dengan nama keluarga pemiliknya. Di beberapa bank besar juga masih mau menerima tanda tangan sebagai pengganti stempel.

Ada juga stempel tidak resmi yang dipakai untuk keperluan sehari-hari, misalnya ketika menerima barang kiriman, dsb. Stempel seperti ini dijual bebas dengan nama-nama keluarga Jepang yang umum, seperti Sato, Suzuki, Takahashi dan sebagainya. Sebagai orang asing, mungkin nama Anda tidak dijual di pasaran, tetapi bila Anda memesannya, maka Anda juga bisa membuatnya dengan nama lengkap, nama depan saja, atau malah hanya inisial.

Lihat pelajaran 7

Pelajaran 6Layanan untuk warga asing

Jumlah orang asing yang tinggal di Jepang semakin meningkat setiap tahun. Sementara, adanya perbedaan budaya dan kebiasaan, juga membuat masalah dengan orang Jepang semakin mencolok. Pihak pemerintah daerah berusaha mengatasi masalah-masalah ini. Informasi dalam bahasa asing juga disediakan pemerintah daerah di kantor atau dalam situs web mereka. Bahasa yang digunakan terutama adalah bahasa Inggris, Cina, Korea, Portugis dan Tagalog.

Pada laman situs pemerintah daerah terdapat informasi tentang layanan umum dan fasilitas medis yang memahami bahasa asing. Bahkan juga diterangkan tentang cara dan jadwal pembuangan sampah, misalnya hari untuk membuang surat kabar dan sampah lainnya. Pemilahan sampah berbeda-beda tergantung daerahnya. Ada juga informasi tentang berbagai kegiatan daerah serta kelas belajar bahasa Jepang yang diadakan para relawan.

Lihat pelajaran 6

[Gratis] Unduh Pelajaran (Audio/Teks)

Pertanyaan atau masukan untuk Belajar Bahasa Jepang: Tinggalkan Komentar Anda